Cara Beternak Burung Branjangan

Berikut ini adalah tips memilih calon indukan branjangan untuk penangkaran

branjangan

Branjangan yang paling diminati dan dicari para kicaumania adalah yang memiliki kicauan keras, kepalanya berjambul dengan sayapnya yang ngleper, apalagi kalau sudah seing melakukan hovering sambil berkicau. Body besar, batik yang tegas dan jelas, serta warna yang kontras juga jadi pertimbangan bagi peternak.

Adapun ciri umum pada branjangan jantan adalah warna tubuhnya yang berwarna cokelat tajam, dengan bulu – bulu tebal, serta paruh berwarna hitam mengkilap. Jika bertemu burung sejenis, jambul di kepalanya akan ditegakkan sebagai pertanda ingin menjaga wilayah teritorinya.

Sedangkan banjangan betina memiliki warna bulu yang terlihat kusam. Burung betina juga memiliki jambul, tapi lebih pendek. Suaranya bisa juga keras, namun cenderung monoton dan terputus-putus. Indukan bisa dipilih burung yang memiliki postur tubuh besar, sehat, dan tidak ada cacat fisik.

Induk Branjangan harus sehat dan jinak

Induk Branjangan harus sehat dan jinak

Kalau memungkinkan, induk jantan dipilih yang sudah agak jinak, karena burung yang masih liar akan menyulitkan dalam penangkaran. Jadi, induk dibeli yang sudah dewasa. Menurut Ian lebih baik cari sepasang indukan yang memiliki usia sama atau beda tapi sedikit saja. Biasanya jika usia indukan memiliki perbedaan yang cukup jauh, cenderung tidak mau menjadi sepasang kekasih yang mau kawin.

MEMBANGUN KANDANG PENANGKARAN — di halaman 3 —

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s