Breeding dan Bisnis Murai Batu makin “Wow!”

Sesuai dengan cara breeding yang dilakukan om Supriyanto, peternak murai dari Mojokerto, ketika akan beternak murai maka kita harus membangun kandang khusus dengan ukuran panjang 1,25 meter, lebar 2 meter dan tinggi 2,25 meter. Dinding kandang bagian depan, samping kanan, samping kiri, dan atap adalah terbuat dari kawat ram. Sementara dinding belakang berupa tembok. Untuk lantai  kandang berupa tanah dalam bangunan kandang tersebut. Di dalam kandang masih diberi tanaman dalam pot.
Dalam kandang dilengkapi dengan kotak sebagai tempat sarang yang terbuat dari triplek. Di situ juga dilengkapi dengan rak pakan yang disusun sedemikian rupa sehingga tempat minum, voor, kroto, jangkrik dan cacing tanah bisa dibikin terpisah.

Setelah kandang breeding disiapkan, langkah selanjutnya menjodohkan murai jantan dan betina.

*Awalnya murai betina dalam sangkarnya diberi ekstra fooding berupa cacing tanah sebanyak 1 sendok makan per hari dan koto sebanyak 1 sendok makan per hari yang dilakukan selama 5 hari.
*Berikutnya murai betina itu dimasukkan dalam kandang breeding sendirian selama 3 hari.
*Lantas induk jantan yang masih berada dalam sangkarnya dimasukkan dalam kandang breeding. Murai jantan dibiarkan tetap dalam sangkar selama 3 hari.
*Ketika sangkar jantan dan berada dalam kandang selama 3 hari, induk betina pun mulai birahi dengan ciri aktif bergerak.
–  Saat itu induk jantan dilepas dari sangkarnya sehingga berupaya mendekati murai betina dalam kandang breeding
– Saat itu dalam kandang breeding harus disediakan kroto 2 sendok dan jangkrik 40 ekor per hari untuk menggenjot birahi sepasang murai tadi.
–  Kalau diketahui kedua burung itu berhasil melakukan perkawinan (jodoh), ekstra fooding berupa cacing tanah disiapkan dalam setiap harinya
–  Dalam kotak juga dibuatkan keangka sarang dari daun cemara
–  Di lantai kandang juga disiapkan daun cemara agar dimanfaatkan murai untuk membuat sarangnya dengan konstruksi yang lebih sempurna
–  Berikutnya induk betina akan bertelur seraya mengeraminya selama 11-12 hari
–  Saat mengerami itu pemberian cacing tanah dihentikan. Sementara kroto tetap diberikan sebanyak 1 sendok makan dan jangkrik 40 ekor
–  Anakan (piyek) dipanen atau disapih dari induknya ketika berumur 6 hari usai menetas.
–  Anakan ini dipelihar sendiri dalam sangkar yang di dalamnya diberi lampu dop 5 watt sebagai sumber penghangat

Analisa Usaha Breeding Murai Batu   –lihat halaman 5–

Advertisements

One comment on “Breeding dan Bisnis Murai Batu makin “Wow!”

  1. Hoowww,, cuman bisa telen ludah aja nch… menggiurkan … kapan bisa kesampaian, maksud hati dan niat ada modal ….. ? malu nich… Insya Allohh aku masih butuh artikelnya. mudahan yang diatas … Tuhan Maksudnya mengabulkan amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s