Mengenal Persilangan Kenari Besar Keturunan (F) dari Yorkshire

2082-1Banyak dari penghobi atau peternak kenari pemula belum tau betul  tentang keturunan – keturunan kenari import. Keturunan yang dimaksud adalah hasil persilangan – persilangan yang berasal dari kenari import dengan kenari lokal. Di Negara kita sendiri kenari import yang banyak dibudidayakan saat ini adalah jenis kenari Yorkshire, oleh karena itu seperti sebuah kesepakatan antar penggemar kenari (meskipun tidak semua dan paten) keturunan kenari import  yang sudah bercampur dengan darah kenari lokal atau dikenal  dengan istilah‘F (filial)’ adalah keturunan dari kenari jenis Yorkshire.

Seperti kita tahu istilah-istilah tentang keturunan kenari import seperti F1, F2, F3, AF telah berkembang di kalangan penggemar dan peternak kenari. Namun banyak pertanyaan yang muncul dari berbagai orang khususnya penggemar kenari pemula tentang istilah-istilah tersebut.

Pertama-tama yang perlu dipahami mengenai “F” sendiri yang merupakan kependekan dari Filial yang artinya adalah keturunan. Jika demikian, F1 berarti merupakan keturunan ke 1 sedangkan F2 adalah keturunan ke 2 dan begitu seterusnya. Namun di dunia perkenarian negara kita, simbol “F” ini digunakan pada hasil persilangan kenari dengan jenis yang berbeda.  Jika dimulai dari hukum dasar maka F ini sebenarnya berasal dari hasil perkawinan antara 1 pasang indukan.

Sebenarnya untuk penjelasan teori persilangan ini cukup panjang, namun akan saya rangkum secara sederhana saja agar lebih mudah dipahami. Untuk persilangan sebenarnya bisa digambarkan seperti teori persamaan berikut:

P (parental) x P (parental) = F1 (ini berlaku dalam sistem hybrid ataupun perkawinan sesama jenis).

Dari teori diatas dapat diturunkan lagi menjadi sebuah “pohon keluarga” yang berasal dari indukan sesama jenis (misal yorkshire x yorkshire) ataupun beda jenis (misal yorkshire x lizard, waterslager x blackthroat) sehingga menghasilkan F1 atau keturunan pertama.

Tentu saja F1(keturunan pertama) dari dua contoh perkawinan tersebut menghasilkan sifat genetika yang berbeda satu dengan yang lain. Untuk F2(keturunan kedua) secara umum akan membawa sifat yang lebih random/acak.

Dikalangan penggemar dan peternak kenari kita seperti telah disebutkan di atas bahwa keturunan (F) kenari import dengan postur besar secara umum adalah berasal dari indukan kenari Yorkshire.

Berikut ini penjelasan mengenai hasil keturunan dan persilangan kenari dengan acuan trah kenari yorkshire x lokal :

  1. Perkawinan kenari yorkshire dengan kenari lokal (kenari besar dengan kenari kecil) menghasilkan F1
  2. F2 dihasilkan dari perkawinan antara kenari Yorkshire dengan kenari F1
  3. Hasil dari perkawinan antara kenari F2 dengan kenari indukan kenari F1 menghasilkan keturunan ke 3 atau yang disebut dengan F3. Sumber lain mengatakan bahwa kenari F3 dapat dihasilkan dari perkawinan sesama keturunan F2
  4. F4 dihasilkan dari kenari F3 yang dikawinkan dengan salah satu induk dari F2
  5. Keturunan F4 jika dikawinkan dengan sesama keturunan F4 akan menghasilkan F5. Keturunan ke 5 atau F5 bisa juga dihasilkan dari perkawinan antara F3 dan F4
  6. Jika keturunan F5 dikawinkan dengan induk dari keturunan F4 maka akan menghasilkan F6 dan inilah yang disebut sebagai fixed strain
  7. Untuk keturunan AF sebenarnya tidak pernah ada dalam istilah biologi. Namun sudah terlanjur beredar umum dikalangan peternak dan penghobi kenari. Kenari AF dihasilkan dari keturunan (Filial) F1/F2/F3 (bukan jenis fixed strain) dikawinkan dengan kenari lokal atau kenari non fix strain dalam 3 tingkatan selanjutnya. Dengan kata lain perkawinan sesama non fix strain akan menghasilkan keturunan yang disebut AF.

Pada dasarnya indukan tidak hanya/harus dari kenari yorkshire saja melainkan dari semua jenis kenari, semisal: lanchasire, border, roller, gloster dll dengan acuan rumus keturunan yang sama pula). Selain itu untuk menciptakan jenis baru tidak hanya mengacu hanya sampai F6 saja melainkan tergantung dari target dan variabelnya.

Fixed strain sendiri dijelaskan sebagai suatu sifat permanen yang melekat pada kenari. Dengan fixed strain ini maka akan didapat sifat-sifat permanen yang meliputi volume suara, bentuk dan warna. Jika selama ini kita sering mendapati kenari F1 dengan postur yang berbeda-beda itu dimungkinkan karena belum adanya fixed strain.

Final Strain,  Static Strain dan Degradation

Dalam menanggapi perkawinan atau mapping trah dengan metode pendekatan gen dominan maka merujuk kepada sifat yang diwariskan salah satu indukannya sebagai “model” akan berbeda dengan hasil perkawinan dengan penjodohan antar filial. Anggaplah saja kita berandai-andai seperti ini, jika yorkshire dikawinkan dengan lokal (ys x lokal) maka sebutan yang umum untuk hasil keturunannya adalah F1 ys. Kita berandai bahwa F1 ys ini mewarisi 50% sifat dari ys dan selanjutnya F2 mewarisi 70%-75% sifat ys sedangkan F4 mewarisi lebih dari 90% sifat ys. Kita akan mendapat static strain atau jenis statis jika perkawinan sesama F4 terjadi atau dengan kata lain F4 x F4. Jika F6=final strain maka dengan kata lain F6 itu bisa disebut sebagai jenis baru kenari.

Dalam perkembangannya peternak sering mengawinkan secara monohibrid yang misalnya saja F1 dikawinkan dengan F1. Adapun keterangan untuk menanggapi hal tersebut walau memang secara ilmiah istilah ini tidak ada..

  • Jika F1 x F1 maka istilah umumnya anakannya akan disebut AF dimana hereditas fenotipe dari indukannya akan berkurang.
  • Jika F1 disilangkan dengan lokal maka istilah keturunannya akan disebut sebagai lokal super dimana degradasi sifat dari indukannya akan semakin terlihat.
  • Jika lokal super disilangkan dengan lokal maka anakannya akan disebut sebagai lokal.

Istilah lokal super dan AF super umum dijumpai dalam pasaran namun bukan merupakan istilah/penamaan secara ilmiah

Dilema Nama Keturunan Perkawinan Kenari

Saat ini yang menjadi banyak perdebatan adalah soal perkawinan monohibrid dimana sesema kenari yang belum final strain dikawinkan. Misalnya saja tentang masalah nama dari keturunan F1 x F1, beberapa pendapat mengemukakan bahwa hasil dari perkawinan itu disebut AF. Dengan kata lain perkawinan sesama jenis non fix strain disebut AF. Asumsi ini diperkuat dengan teori gen hereditas fenotipe yang semakin luntur jika sesama non fix strain dikawinkan, selain itu filial dari fixed strain (contoh yorkshire) (F)  yang berada di depan biasanya adalah sebagai pengangkat pamor dan dianggap lebih tinggi. Namun beberapa sumber juga mencatat bahwa F1 x F1 disebut F2, ini didasarkan pada F yang berarti Filial bersifat turun temurun, terus mana yang benar?
F1 yang merujuk kepada keturunan merupakan sebutan untuk suatu generasi pertama yang dalam perkembangannya secara salah kaprah dijadikan patokan sebagai suatu jenis burung kenari yang berasal dari perkawinan Yorkshire/import dengan burung kenari lokal (domestic canary). Secara berkesinambungan maka hasil dari perkawinan F1 x F2 disebut F3 karena mempertimbangkan pola mapping hasil kerja penyilangnya dan dari perkawinan antara keturunan ke 1 dan ke 2. Merujuk dari beberapa hal tersebut maka sudah pasti F3 yang berasal dari hasil pendekatan gen dominan misalnya Yorkshire x ((Yorkshire x lokal) x Yorkshire)) akan mempunyai sifat genetis yang berbeda dibandingkan dengan F1 (Yorkshire x lokal) x F2 ((Yorkshire x (Yorkshire x lokal)).

Beberapa peternak senior mengatakan kepada saya bahwa janganlah kita terlalu mempermasalahkan hal ini sebab di Indonesia sendiri masih dalam taraf setengah jalan yang artinya untuk menamai keturunan tersebut diperlukan pembuktian rantai keturunan secara rinci dan detail seperti halnya di luar negeri. Adapun beberapa asumsi dan kerancuan yang teramat sangat membingungkan yang berkembang di kalangan peternak dan penghobi, contohnya adalah seperti ini:

  • F1 x F1 = AF11. Ini dikarenakan F belum merupakan final strain sehingga asumsinya adalah hasil perkawinan tersebut disebut AF. Angka sebelas/11 menunjukkan bahwa itu adalah hasil perkawinan antara sesama keturunan pertama. Jadi F2 x F2 = AF22 dst.
  • Kenari disilangkan dengan blacktroat sehingga anakannya disebut blacken, kenapa tidak biasa disebut sebagai F1? ini dikarenakan karena pada perkembangannya peternak sering menyilangkan kenari yang sudah fixed strain ataupun belum fix strain dengan blackthroat. Jika F1 ys x blackthroat maka anakannya akan disebut apa?
  • Mengawinkan sesama kenari yang belum fix strain namun berbeda jenis. Misalnya saja hasil perkawinan antara yorkshire x lokal dikawinkan dengan hasil perkawinan lizard x waterslager, disebut apakah anaknya?
  • F1 ys x lizard, anakannya disebut apa?
  • Ys x lokal = F1 lokal?

Sebagai penggemar dan peternak burung kenari sebaiknya kita tidak dipusingkan oleh hasil persilangan-persilangan tersebut. Setiap peternak memberi nama keturunannya dikarenakan untuk membuktikan silsilah dari keturunan tersebut. Jika kita adalah seorang peternak yang menekuni bidang fix strain maka bisa jadi kita bisa membuktikan rantai regenerasi secara rinci, namun jika tidak maka asumsi yang beredar di masyarakat sekarang toh tidak seratus persen salah. Jadi setiap peternak wajib mempertanggungjawabkan hasil dari ternakannya yang kemudian dapat menunjukkan mana indukannya. Karena kita selama ini mengacu kepada pendekatan gen dominan dari indukan fixed strain maka dalam perjalanannya jika menyilangkan sesama non fixed strain akan terjadi kerancuan yang telah kita alami sekarang.

Jadi akan lebih baik kita melihat secara nyata tentang masalah kualitas si burung itu sendiri yang meliputi postur, suara dan karakter.

Demikian penjelasan mengenai keturunan dan hasil persilangan kenari khususnya kenari besar keturunan Yokshire. Semoga bermanfaat..

Artikel terkait

Artikel terbaru

Cek artikel lainnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s